BDR KELAS 4/4/2026

 Bahasa Indonesia

Garuk-Garuk

Bermain atau belajar bersama di rumah Pahmi itu menyenangkan. Rumahnya

luas, bentuknya meniru rumah Baloy, rumah adat Kalimantan Utara. Bagi

Kidul, bermain di rumah Pahmi berarti dia terbebas dari Kak Asih yang cerewet

menyuruhnya mandi. Kidul tidak suka mandi, itu sudah bukan rahasia lagi.

Selain terbebas dari Kak Asih, di rumah Pahmi juga banyak makanan. Ibu

Pahmi selalu menyuguhi mereka buah dan penganan khas Malinau ataupun

dari luar daerah. Siang ini mereka membaca buku ditemani kerupuk tipis. Kata

Pahmi, kerupuk ini disebut rempeyek dan makhluk kecil-kecil di atasnya itu

adalah rebon, atau disebut juga udang papai. Kidul suka sekali. Tiap sebentar

tangannya meraih stoples berisi kerupuk itu.

“Dul, aku lihat tanganmu lebih sering memegang rempeyek daripada

membalik halaman buku,” goda Sagoy.

Kidul hanya meringis. Tangan kanannya memegang rempeyek. Tangan

kirinya menggaruk tangan kanan. Habis itu rempeyek pindah ke tangan kiri,

tangan kanan menggaruk tangan kiri. Kedua tangannya terlihat memerah.

“Aduh, banyak nyamuk,” seru Kidul.

“Mana ada nyamuk?” kata Pahmi. “Buktinya aku dan Sagoy baik-baik saja.”

“Makanya, rajin-rajinlah kau mandi,” kata Sagoy. “Kapan kau terakhir

mandi?”

“Ah, bosan, gerakannya begitu-begitu saja,” sahut Kidul sambil mengingatingat

kapan dia terakhir mandi. Dua hari lalu? Tiga hari lalu? Menurut Kidul

kalau sedang libur tidak perlu mandi.

Namun, gatal-gatal di tubuh Kidul terus bertambah. Sekarang lehernya

juga terasa gatal. Tangannya kini malah lebih sering menggaruk daripada

memegang rempeyek. Karena Sagoy dan Pahmi makin sering meledeknya,

Kidul memutuskan untuk pulang saja. Ibu Pahmi membungkuskan rempeyek

untuk dibawanya pulang. Kidul tersenyum lebar menyambut bungkusan itu.

180 Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)

Begitu tiba di rumah, Kidul cepat-cepat masuk kamar supaya Kak Asih tidak

melihatnya. Apa daya, gatalnya tidak kunjung hilang. Makin digaruk makin

gatal. Tidak tahan, Kidul mengadu kepada Ibu.

Ibu dan Kak Asih terkejut melihat tangan Kidul yang lecet-lecet. Sebelum

Kak Asih bersuara, Ibu sudah berkata tegas, “Kita harus ke dokter!”

Dokter Tuti yang memeriksa Kidul menyapa dengan ramah, “Ini sepertinya

alergi. Tadi makan siangnya pakai apa? Telur? Udang?”

Tiba-tiba Kidul teringat makhluk kecil-kecil di atas rempeyek. Ah, itulah

penyebabnya.

“Jadi, bukan karena tidak mandi?’ tanya Kidul gembira.

Dokter Tuti tertawa. “Memang gatal-gatalmu ini karena alergi terhadap

udang papai. Namun, bukan berarti tidak mandi itu bagus. Lecet-lecetmu ini

bisa menjadi infeksi parah karena kuman-kuman yang ada di kulit. Kita mandi

supaya tubuh kita bersih, bebas dari kuman.”

Aduh, ternyata Kidul tetap harus mandi. Mungkin dia harus memikirkan cara

mandi yang berbeda supaya tidak membosankan. Bagaimana menurutmu?



https://www.liveworksheets.com/c?a=s&t=aCjQ5W3jA2&sr=n&l=z4&i=ocutxss&r=hf&f=dzdxzcds&ms=uz&cd=pd-q-8-0q-5lg9jkxzmppwengnmgknpxg&mw=hs

No comments

Powered by Blogger.